Sensor Pulser


Tabel Daftar Panjang Pick Up Pulser
No
Model
Type
Panjang Tonjolan
(mm)
Type Sinyal / Pulsar
Sistem
Pengapian
 1
 Honda
 Supra / Legenda
 11.3
 Single – Positif
 AC


 Kirana
 14.0
 Single – Positif
 DC


 Meg Pro
 15.4
 Single – Positif
 DC


 Tiger 2000 / Phantom
 24.0
 Single – Positif
 AC


 Kharisma / CS1
 38.0
 Single – Positif
 DC


 Sonic 125 / CBR
38.0
 Single -Negatif
 DC


 Vario / Click
 38.0
 Single – Positif
 DC


 Beat
 38.0
 Single – Positif
 DC
 2
 Yamaha
 Vega-R / F1ZR
 57.5
 Double – Positif
 AC


 Jupiter-Z / Mio / Nouvo
 57.5
Double – Positif
 DC


 RX King

 Single – Positif
 AC


 Jupiter MX
57.5
 Double – Positif
 DC
 3
 Suzuki
 Shogun 110
14.0
 Single – Positif
 DC


 Smash 110
16.0
 Double – Positif
 DC


 Shogun 125
30.0
 Single – Positif
 DC


 Satria 120 R
30.0
Double – Positif
 DC


 Satria 150 F
39.0
 Double – Positif
 DC


 Spin / Sky Wave
41.7
Single -Negatif
 DC


 Thunder 125
47.0
 Single – Positif
 DC


 Thunder 250
70.7
 Single – Positif
 DC
 4
 Bajaj
 Pulsar 180 / 200
 44.0
 Single – Positif
 AC
 5
 TVS
 Neo
?
 ?
?


 Apache
 ?
?
 ?
 6
 Kawasaki
 KZX 130
 38.0
 Single – Positif
 DC


 Kaze R
 12.0
 Single – Positif
 AC


 Ninja RR
 9.0
 Single – Positif
 DC

Sepeda motor keluaran pabrikan menganut sensor pick-up coil sebagai sinyal/sensor masukan untuk cdi yang digunakan untuk menentukan titik referensi pengapian. Pada sensor pick-up coil bekerja berdasarkan induksi medan magnet. Dimana apabila lilitan dengan magnet tetap dilalui oleh tonjolan besi maka jarak antara inti magnet dan besi akan menghasilkan besaran fluks tergantung gap antara kedua jarak tersebut yang diilustrasikan oleh gambar 1.

Gambar 1 Gap Sempit dengan Magnet

 Gambar 2 Gap Lebar dengan magnet
Gambar 1 menunjukan jarak antara pulser dengan tonjolan sangat pendek dan gambar 2 menunjukan gap pulser dengan tonjolan lebih lebar. Seperti kita ketahui bahwa fluks magnet akan berubah bila ada perubahan jarak antara gap.
Artinya magnet yang bergerak dengan gap yang berubah-ubah akan menyebabkan perubahan fluks magnet pada pulser. Dengan adanya perubahan flus magnet pada pulser akan menyebabkan perubahan tegangan keluaran pada lilitan. Hasil tegangan keluran pada pulser tampak seperti gambar 3 atau gambar 4
 Gambar 3 Sinyal Pulser Positif

Gambar 4 Sinyal Pulser Negatif
Pada gamabr 3 tampak bahwa seiring putaran magnet pulsa siklus positive mendahului pulsa siklus negative. Sedangkana gambar 4 sebaliknya. Gambar 3 disebut juga pulser positives sedangkan gambar 4 disebut juga pulser negative.
Perbedaan kedua konfigurasi dapat dibuat sedemikian dengan membalik terminal keluaran pulser relative terhadap refrensi 0 atau massa atau ground.
Kedua bentuk sinyal pulser dianut oleh berbagai model motor pabrikan. Bila kabel pulser memiliki 2 buah, akan mudah membalikan polaritas tegangan pulser. Sementara bila kabel dari pulser hanya satu sulit mengubah atau membalikan polaritas pulser.
Bila ingin mengganti CDI salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah polaritas pulser yang dianut model motr yang digunakan, apkah jenis pulser positif atau jenis pulser negatif.
Beberapa sepeda motor yang menganut model  pulser negatif  2  kabel adalah 
  • Satria FU lama 
  • yamaha Byson.
Sedangkan beberapa sepeda motor yang menganut pulser negatif dan 1 kabel adalah
  • Satria FU model baru
  • Suzuki Smsh Titan
  • Suzuki Spin
  • Suzuki Skywave
  • Suzuki Skydrive
  • Honda CBR
Beberapa sepeda motor yang menganut pulser positif dengan 2 kabel adalah, 
  • yamaha Mio
  • Yamaha jupiter Z
  • yamaha Jupiter MX
  • yamaha Scorpio
  • yamaha Vega
  • yamaha F1ZR
Sedangkan beberapa sepeda motor yang menganut pulser positif dengan 1 kabel adalah 
  • Honda blade
  • Honda beat
  • Honda karisma
  • Honda supra 125
  • Honda supra X
  • Honda CS1 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.