1. Getaran di CVT Honda Vario
Masalah ini kerap muncul di motor matik honda bermesin 125 cc ke atas. Mulai dari Vario, bahkan motor sekelas PCX pun mengalami gejala getar saat putaran bawah. CVT Vario yang bergetar disebabkan karena adanya debu yang menempel pada bagian kopling dan roller akibat gesekan berlebih.CVT bergetar dengan ciri ‘gredek-gredek’ di putaran bawah biasanya disebabkan oleh kopling ganda yang bermasalah. Solusi pertama yaitu dengan membersihkan bagian CVT dari debu yang menempel di sekitar area tersebut. Bila masih bergetar juga, sebaiknya Carmudian perlu ‘berkreasi’ di bagian kopling sentrifugal.
Gesekan pada kampas sentrifugal dan mangkok kopling cukup besar sehingga muncul getaran. Untuk menghilangkan getaran yang muncul ini, bisa dilakukan dengan mengganti kampas kopling ganda punya Yamaha NMax.
2. Setang Kaku Saat Dikendarai
Masalah setang kaku kini identik menjadi keluhan pada Honda Vario. Padahal, setang yang berat dan sulit dibelokkan sebenarnya menjadi masalah umum hampir di semua motor. Penyebabnya yaitu karena setelan komstir pada motor tersebut terlalu kencang atau bagian dalamnya sudah mulai aus.Penyakit ini bisa dirasa wajar, apalagi bila motor sering melewati jalan rusak. Guncangan dari jalan yang tidak rata membuat mangkok komstir menekan lebih rapat (ngepres). Bila baut penahan komstir sudah kencang, maka setelan komstir akan jadi kaku.
Sementara untuk setang kaku akibat komstir aus, begini kira-kira penjelasannya. Apabila pelor dan mangkok komstir sudah aus dan terkikis, maka setelan perlu dibuat lebih kencang agar pelor tetap dalam posisinya. Namun, bagian mangkok komstir sebagai rumahnya malah semakin menghimpit ketika disetel kencang dan inilah penyebabnya setang sulit saat dibuat berbelok.
Untuk mengetahui komstir itu masih bagus atau aus, maka cukup disetel ulang sendiri atau meminta bantuan bengkel. Kendurkan sedikit setelan komstir dari sebelumnya, tapi jangan kebanyakan menguranginya. Menurut pengalaman penulis, setelan komstir yang lumayan pas itu dengan mengurangi 1/4 putaran dari yang ada.
Perlu kalian ingat, menyetel jangan terlalu kendur. Ini akan mengakibatkan komstir cepat rusak, karena mangkok komstir punya celah lebih besar. Kondisi ini membuat pelor di dalamnya gampang bergeser dari posisi awal.
3. Tarikan Vario ‘Letoy’
Seiring pemakaian, Vario kesayangan kalian lama kelamaan performanya akan menurun. Bila sudah begini, tarikan motor semakin lemah, loyo menghadapi tanjakan apalagi diajak boncengan. Persoalan tarikan yang ‘letoy’ ini biasanya lebih banyak terjadi di bagian CVT.Masalah yang terjadi seperti ruang CVT kotor, kondisi V-belt sudah aus, roller aus, atau per driven face lemah. Penyebab lainnya terdapat pada bagian kampas kopling dan roller. Bisa jadi, bagian CVT ini perlu mendapat perawatan dengan dibersihkan kembali dan mengganti beberapa bagian yang sudah aus.
V-belt tiap 8 ribu kilometer harus dicek sekaligus dilakukan pembersihan karena banyak debu. Sementara itu, penggantian V-belt dilakukan setiap 24 ribu km atau 2 tahun. Penggantian ini bisa lebih cepat apabila secara fisik terlihat mengalami kerusakan atau getas.
Ada satu bagian lagi yang sering terlupakan, namun jadi penyebab tarikan motor jadi berat. Adalah filter udara, di mana penyaring ini berfungsi menahan debu supaya tidak masuk ruang bakar. Apabila sudah terlalu lama, maka debu yang menumpuk bisa menyumbat filter sehingga asupan udara berkurang.
Berdasarkan buku panduan pemilik, filter udara perlu diganti setiap 16 ribu kilometer. Bila masih di bawah 10 ribu kilometer, bisa dibersihkan sendiri dengan cara mengetuk-ngetuk bagian kisi-kisi filter ke lantai supaya debu yang menggumpal lekas turun.
Hindari membersihkan filter dengan angin kompresor, sebab bisa melunturkan pelumas di kisi-kisi filter. Pelumas ini berfungsi menahan debu supaya menempel di saringan kertas. Bila memang sudah sangat kotor dan diperkirakan telah melewati setahun pemakaian, Carmudian bisa mengganti dengan yang baru supaya asupan udara tetap bersih optimal.
4. Shockbreaker Amblas dan Keras
Keluhan yang satu ini tidak hanya terjadi di Vario Series, tetapi juga pada setiap sepeda motor yang rutin digunakan setiap hari. Bagi orang Indonesia, skutik dipilih karena mudah dan bisa angkut banyak barang di dek depan. Tidak jarang, bagian dek depan dipakai angkut beras, karung, dan macam-macam barang berat lainnya.Akibat sering membawa barang berat, maka kemampuan shockbreaker depan dan belakang terus menurun. Bantingan shockbreaker Vario lama-kelamaan jadi makin keras dan tidak nyaman. Bila Carmudian mengalami kondisi tadi, itu menandakan sudah waktunya servis atau ganti shockbreaker.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.