KAWASAKI NINJA 250cc DOHC – SETEL KERENGGANGAN KLEP
Tulisan ini awalnya dikirim ke
Kafemotor, namun karena kesibukan Mas Ilham jadi tertunda ditampilkan,
bahkan malah ada rencana untuk menutup (pindah manajemen) KAFEMOTOR, so
akhirnya saya mencoba mengaktifkan kembali blog saya.

Kerenggangan klep, atau valve
clearance termasuk salah satu hal yang cukup penting dalam menentukan
kemampuan mesin untuk bekerja maksimal.
Apalagi jika sepedamotor adalah
tipe sport, jangan sampai tenaga maksimal atau kecepatan maksimal
merosot karena kerenggangan klep yang tidak sesuai spesifikasi pabrik.
Penyetelan klep pada mesin yang mempunyai dua poros cam DOHC agak sedikit berbeda dibandingkan tipe satu poros cam SOHC.
Umumnya DOHC menggunakan shim
sebagai penentu kerenggangan klep, sedangkan SOHC mengunakan kombinasi
sekrup penyetel dan mur pengunci.
Sebagai contoh pembahasan yaitu tipe sepedamotor yang sebentar lagi
(katanya) akan masuk pasar sepedamotor tanah air yaitu Kawasaki Ninja
250cc DOHC.Peralatan yang digunakan :
- Thickness Gauge / Feeler Gauge, (fuler).
- Micrometer 0-25mm (cara yg berbeda dibanding service manual Kawasaki).
Lakukan penyetelan saat mesin
dalam kondisi dingin (suhu ruangan). Buka cylinder head cover, posisikan
silinder # 1 (terletak paling kiri kalau anda duduk di sepedamotor)
pada Titik Mati Atas (TDC) langkah kompresi.
Posisi kerengganngan klep yang dapat diukur :-
IN silinder # 1 dan # 3
-
EX silinder # 1 dan # 2
Posisikan silinder # 4 pada TMA langkah kompresi, posisi kerenggangan klep yang dapat diukur:
-
IN silinder # 2 dan # 4
-
EX silinder #3 dan # 4
SPESIFIKASI PABRIK untuk Kawasaki ZXR 250 tahun 1997:
EX : 0,20 ~ 0,29mm (A ~ B)
IN : 0,15 ~ 0,24mm (A ~ B)
Ukur kerenggangan klep dengan
menggunakan Thickness Gauge, selipkan diantara Cam dan Valve Lifter,
lihat gambar, catat semua posisi hasil pengukuran (C), dan beri tanda
khusus pada posisi klep yang tidak sesuai dengan spesifikasi, kemudian
lakukan penyetelan.
Penyetelan kerenggangan klep:
- Buka cam, angkat valve lifter, ambil shim-nya.
Ukur ketebalan SHIM menggunakan micrometer (D).
Rumus:
C + D – A = X nilai shim tebal (ukuran minimum kerenggangan klep)
C + D – B = Y nilai shim tipis (ukuran maksimum kerenggangan klep)
C = Hasil pengukuran kerenggangan klep dengan thickness gauge.
D = Hasil pengukuran ketebalan shim dengan micrometer
A = Spesifikasi kerenggangan klep minimum
B = Spesifikasi kerenggangan klep maksimum
Dari hasil diatas didapat ukuran shim tengah:
Z = (X+Y) : 2
Pilih dan ukur koleksi shim anda
yang paling mendekati ukuran Z dengan micrometer, jika didapat shim
lebih tebal dari Z (maksimal tebal X) maka celah klep kearah minimum
spesifikasi (A).
Jika didapat shim lebih tipis dari Z (minimal tebal Y) maka celah klep kearah maksimum spesifikasi (B).
Sebaiknya semua 16 klep (ups…
koq ada 16 klep, lho koq ini manual KAWASAKI 250cc DOHC yang empat
silinder, bukannya yang mau masuk ke Indonesia cuma dua silinder)
mempunyai kerenggangan yang sama, agar kompresi mesin seimbang.
Pasang kembali camshaft, torsi baut-baut camshaft cap sesuai urutan dan spesifikasi, 5,9 N.m (0,60 kg-m).
Nah, ketemu nih manualnya kalau mau menyetel kerenggangan klep Kawasaki 250cc DOHC yang DUA SILINDER, baca terus…..
Ternyata lebih mudah dari yang
diatas, karena walaupun DOHC tetapi mesin GPX250R (EX250) masih
menggunakan rocker arm, jadi menyetelnya masih mirip SOHC yang pakai
rocker arm.

Jika pada mesin tipe SOHC,
pengukuran dilakukan antara sekrup penyetel dan batang klep, maka pada
Kawasaki DOHC ini thickness gauge diselipkan antara camshaft dan
punggung rocker arm (warna merah, T5 mur pengunci sekrup setelan).
Camshaft tidak perlu dibuka, posisikan piston pada bagian klep yang akan
diukur di TMA langkah kompresi.
SPESIFIKASI PABRIK untuk kerenggangan klep Kawasaki GPX 250 R tahun 1987:
EX : 0,11 ~ 0,16mm
IN : 0,08 ~ 0,13mm
Untuk penerapan penyetelan klep
ZXR 250 kepada model mesin DOHC (tanpa rocker arm) yang lain seperti
Satria FU150, spesifikasi kerenggangan klep saat mesin dingin IN = 0,10 –
0,20mm EX = 0,20 – 0,30mm (Suzuki Satria F150, Pedoman Pemakaian dan
Perawatan 99920-00044-01), CBR150 dll, tetap harus berpatokan pada
service/workshop manual (spesifikasi kerenggangan klep) yang sesuai
dengan model, dan tahun pembuatan sepedamotor.
salam,
bengkelsepedamotor
Referensi:
Kawasaki ZXR 250 Service Manual , First Edition: Feb. 28,1997
Keihin CVK D30 x 4
33.08 kW (45PS)@16.000r/min
25.49 N-m (2.5 kg-m)@11.500r/min
Bore 49.0mm
Stroke 33.1mm
980-1500kPa, 10.0-15.3kg/cm, 142-218psi, @ 330r/min
CR 12.2
Cam: IN 46 BTDC – 74 ABDC ; 300
EX 63 BBDC – 33 ATDC ; 276
Kawasaki GPX250R Service Manual, First Edition: Oct. 2, 1987
Kawasaki GPX250R Service Manual
Keihin CVK30 x 2
27.9 kW (38PS)@11.000r/min
24.5 N-m (2.5 kg-m)@10.000r/min
Bore 62.0mm
Stroke 41.2mm
980-1500kPa, 10.0-15.3kg/cm, 142-218psi, @ 470r/min
CR 12.4
Cam: IN 30 BTDC – 70 ABDC ; 280
EX 70 BBDC – 30 ATDC ; 280
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.